Riau (Unilak) – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk penguatan tata kelola lingkungan dan resolusi krisis ekologis di Provinsi Riau. Forum ilmiah yang membedah berbagai persoalan lingkungan secara mendalam ini diselenggarakan secara intensif dengan melibatkan akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga praktisi industri.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor
Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., wakil Rektor I Unilak, Assoc.
Prof. Dr. Zamzami, M.Kom., serta Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Sekolah
Pascasarjana Unilak, Dr. Hardi, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Rektor menekankan
pentingnya ruang refleksi akademis untuk menggugah kepedulian bersama terhadap
kondisi alam saat ini.
"Forum
dan seminar seperti ini memiliki arti yang sangat krusial agar kita semua
kembali sadar dan peka terhadap apa yang sedang terjadi dengan alam dan
lingkungan kita hari ini. Perguruan tinggi harus berdiri di depan dalam
memberikan pemikiran solutif serta membangun kesadaran kritis masyarakat demi
kelestarian bentang alam Riau," tegas Prof. Junaidi.
Agenda nasional ini dipimpin
langsung oleh akademisi Unilak, Dr. Ir. Husni Mubarak, S.T., M.Sc., CST,
selaku Ketua Pelaksana, Serta didampingi oleh Dr. Ir. Anna Juliarti, M.Si. sebagai
perwakilan prodi dikarenakan Plt. Kaprodi Magister Ilmu Lingkungan berhalangan
hadir.
Dalam pemaparannya, Dr. Husni
Mubarak menyampaikan urgensi di balik penyelenggaraan seminar yang dirancang
komprehensif tersebut.
"Melalui
seminar nasional ini, kami ingin menghadirkan wadah diskusi multifihak yang
tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Kami berharap agenda ini melahirkan
pemetaan masalah yang akurat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta
memberikan rekomendasi kebijakan yang nyata bagi percepatan penyelesaian krisis
lingkungan dan konflik sumber daya alam di Provinsi Riau," ujar Dr.
Husni Mubarak.
Usai pembukaan dan pengenalan
profil Sekolah Pascasarjana Unilak, rangkaian acara memasuki sesi Diskusi Panel
Pertama yang berfokus membaca ulang peta krisis lingkungan di Riau. Pembahasan
ini menghadirkan tiga perspektif utama, diawali oleh Dwiyana, S.Hut., M.Si.
dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau yang memaparkan
arah kebijakan serta tantangan strategis tata kelola lingkungan daerah.
Selanjutnya, Okto Yugo Setiyo, S.E., M.E. dari Jikalahari mengurai
kondisi riil serta pengalaman pendampingan lapangan dari sudut pandang
masyarakat sipil. Diskusi panel pertama ini kemudian dilengkapi oleh Muhammad
Rochaddy Lubis, S.H., M.H. dari SKK Migas yang membedah tata kelola
industri migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok terpumpun yang membagi peserta ke dalam dua fokus pembahasan, yaitu mitigasi bencana perubahan iklim serta penyelesaian konflik sumber daya alam dan masyarakat adat. Sebelum jeda istirahat, tiap kelompok mempresentasikan tiga persoalan lingkungan paling prioritas di Riau beserta akar penyebabnya secara komprehensif.

Pada sesi selanjutnya, pembahasan
ditajamkan pada langkah taktis percepatan penyelesaian masalah. Perwakilan
mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Unilak, Istiqomah Marfuah, mengawali sesi
dengan memaparkan refleksi serta sintesis hasil kajian resolusi konflik.
Suasana diskusi semakin hidup
ketika dosen pakar Magister Ilmu Lingkungan Unilak, Dr. M. Rawa El Amady,
M.A., turut serta memandu dan berdiskusi secara langsung di depan forum
bersama para tamu undangan serta mahasiswa. Dalam diskusi interaktif tersebut,
Dr. Rawa menekankan pentingnya memahami kerentanan ekologis Provinsi Riau serta
membedah dimensi sosial-ekologis dan struktur ketimpangan pengelolaan ruang
yang menjadi pemicu utama krisis lingkungan.
Rangkaian seminar kemudian
diakhiri dengan sesi diskusi kelompok kedua untuk merumuskan hambatan, tindakan
yang telah dilakukan para pihak, serta rekomendasi konkret. Hasil perumusan
tersebut dipresentasikan menjelang penutupan acara. Melalui penyelenggaraan
seminar nasional ini, Sekolah Pascasarjana Unilak kembali menegaskan
komitmennya sebagai pusat keunggulan akademik yang aktif mengawal isu-isu
lingkungan demi mewujudkan pembangunan Riau yang berkelanjutan dan berkeadilan.