Jl. Yos Sudarso Km. 8, Pekanbaru, Riau [email protected] (0761) 63266

Bedah Krisis Lingkungan, Magister Lingkungan Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional dan Diskusi

Jumat 31 Jul 2026 16:14:28 ± 3 menit baca Dibaca 48x Kegiatan
Bedah Krisis Lingkungan, Magister Lingkungan Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional dan Diskusi
Bedah Krisis Lingkungan, Magister Lingkungan Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional dan Diskusi

Riau (Unilak) – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk penguatan tata kelola lingkungan dan resolusi krisis ekologis di Provinsi Riau. Forum ilmiah yang membedah berbagai persoalan lingkungan secara mendalam ini diselenggarakan secara intensif dengan melibatkan akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga praktisi industri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., wakil Rektor I Unilak, Assoc. Prof. Dr. Zamzami, M.Kom., serta Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Sekolah Pascasarjana Unilak, Dr. Hardi, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya ruang refleksi akademis untuk menggugah kepedulian bersama terhadap kondisi alam saat ini.

"Forum dan seminar seperti ini memiliki arti yang sangat krusial agar kita semua kembali sadar dan peka terhadap apa yang sedang terjadi dengan alam dan lingkungan kita hari ini. Perguruan tinggi harus berdiri di depan dalam memberikan pemikiran solutif serta membangun kesadaran kritis masyarakat demi kelestarian bentang alam Riau," tegas Prof. Junaidi.

Agenda nasional ini dipimpin langsung oleh akademisi Unilak, Dr. Ir. Husni Mubarak, S.T., M.Sc., CST, selaku Ketua Pelaksana, Serta didampingi oleh  Dr. Ir. Anna Juliarti, M.Si. sebagai perwakilan prodi dikarenakan Plt. Kaprodi Magister Ilmu Lingkungan berhalangan hadir.

Dalam pemaparannya, Dr. Husni Mubarak menyampaikan urgensi di balik penyelenggaraan seminar yang dirancang komprehensif tersebut.

"Melalui seminar nasional ini, kami ingin menghadirkan wadah diskusi multifihak yang tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Kami berharap agenda ini melahirkan pemetaan masalah yang akurat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang nyata bagi percepatan penyelesaian krisis lingkungan dan konflik sumber daya alam di Provinsi Riau," ujar Dr. Husni Mubarak.

Usai pembukaan dan pengenalan profil Sekolah Pascasarjana Unilak, rangkaian acara memasuki sesi Diskusi Panel Pertama yang berfokus membaca ulang peta krisis lingkungan di Riau. Pembahasan ini menghadirkan tiga perspektif utama, diawali oleh Dwiyana, S.Hut., M.Si. dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau yang memaparkan arah kebijakan serta tantangan strategis tata kelola lingkungan daerah. Selanjutnya, Okto Yugo Setiyo, S.E., M.E. dari Jikalahari mengurai kondisi riil serta pengalaman pendampingan lapangan dari sudut pandang masyarakat sipil. Diskusi panel pertama ini kemudian dilengkapi oleh Muhammad Rochaddy Lubis, S.H., M.H. dari SKK Migas yang membedah tata kelola industri migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok terpumpun yang membagi peserta ke dalam dua fokus pembahasan, yaitu mitigasi bencana perubahan iklim serta penyelesaian konflik sumber daya alam dan masyarakat adat. Sebelum jeda istirahat, tiap kelompok mempresentasikan tiga persoalan lingkungan paling prioritas di Riau beserta akar penyebabnya secara komprehensif.


Pada sesi selanjutnya, pembahasan ditajamkan pada langkah taktis percepatan penyelesaian masalah. Perwakilan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Unilak, Istiqomah Marfuah, mengawali sesi dengan memaparkan refleksi serta sintesis hasil kajian resolusi konflik.

Suasana diskusi semakin hidup ketika dosen pakar Magister Ilmu Lingkungan Unilak, Dr. M. Rawa El Amady, M.A., turut serta memandu dan berdiskusi secara langsung di depan forum bersama para tamu undangan serta mahasiswa. Dalam diskusi interaktif tersebut, Dr. Rawa menekankan pentingnya memahami kerentanan ekologis Provinsi Riau serta membedah dimensi sosial-ekologis dan struktur ketimpangan pengelolaan ruang yang menjadi pemicu utama krisis lingkungan.

Rangkaian seminar kemudian diakhiri dengan sesi diskusi kelompok kedua untuk merumuskan hambatan, tindakan yang telah dilakukan para pihak, serta rekomendasi konkret. Hasil perumusan tersebut dipresentasikan menjelang penutupan acara. Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Sekolah Pascasarjana Unilak kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat keunggulan akademik yang aktif mengawal isu-isu lingkungan demi mewujudkan pembangunan Riau yang berkelanjutan dan berkeadilan.