Riau (Unilak) –
Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus menunjukkan komitmennya untuk lebih
dekat dengan masyarakat dan industri. Melalui kolaborasi Fakultas Pertanian
(Faperta) dan Sekolah Pascasarjana, Unilak resmi membuka booth pameran
dalam perhelatan Majalah Sawit Indonesia Expo 2026 yang berlangsung selama tiga
hari, 6–8 Agustus 2026, bertempat di SKA Co Ex Pekanbaru.
Kehadiran Unilak dalam pameran
industri kelapa sawit skala besar ini menjadi ajang strategis untuk menampilkan
berbagai inovasi produk hasil karya civitas akademika S1 Faperta Unilak. Di
samping memperagakan karya dan produk pertanian, keberadaan booth ini
sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi dan promosi program studi
unggulan Sekolah Pascasarjana, khususnya Program Studi Magister Ilmu Pertanian
(MIP) Unilak.
Suasana booth Unilak
tampak ramah dan interaktif dengan kehadiran langsung jajaran dosen serta mahasiswa
Fakultas Pertanian yang siap menyapa dan memberikan informasi komprehensif
kepada para pengunjung expo.
Tidak hanya aktif dalam ajang
eksibisi, akademisi Unilak juga turut mengambil peran penting dalam agenda
seminar resmi expo tersebut. Ketua Program Studi Magister Ilmu Pertanian
Sekolah Pascasarjana Unilak, Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., M.P.,
dipercaya menjadi moderator pada salah satu sesi seminar nasional yang digelar
pada hari pertama acara, Kamis (6/8/2026). Sesi tersebut menghadirkan berbagai
diskusi mendalam seputar perkembangan tata kelola dan inovasi di sektor kelapa
sawit.
Ditemui di sela-sela kegiatan,
Dr. Mulono Apriyanto menyampaikan pandangannya mengenai urgensi keikutsertaan
perguruan tinggi dalam ajang-ajang eksibisi kelas industri seperti ini.
Menurutnya, partisipasi Unilak bukan sekadar hadir mengisi stan pameran, melainkan
sebuah langkah komunikasi publik yang terencana.
"Harapannya,
kita bisa terus konsisten melaksanakan eksibisi pada setiap kegiatan seperti
ini, gabungan antara pameran karya dan promosi institusi. Walaupun dampak atau
impact berupa pendaftaran mahasiswa secara langsung mungkin tidak serta-merta
terjadi di tempat, langkah ini sangat bagus sebagai strategi soft selling untuk
membangun kepercayaan publik," ujar Dr. Mulono.
Ia juga menambahkan bahwa
pendekatan promosi kampus ke depan harus terus beradaptasi dan dikemas secara
menarik agar memberikan nilai tambah bagi calon mahasiswa maupun mitra
industri.
"Strategi
promosi tetap harus dikemas secara bagus dan tidak bisa lagi hanya sekadar
promosi buta. Harus ada inovasi, sajian produk riset yang riil, dan edukasi
yang disampaikan kepada masyarakat agar branding Unilak semakin kuat," pungkasnya.
Melalui keikutsertaan dalam Sawit
Indonesia Expo 2026 ini, Pascasarjana dan Fakultas Pertanian Unilak berharap
dapat memperluas jejaring kerja sama dengan pelaku industri sawit, sekaligus
menarik minat para praktisi dan profesional di sektor pertanian untuk
melanjutkan studi ke jenjang Magister Ilmu Pertanian di Unilak.