Setiap tanggal 5 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan alam.
Peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa keberlangsungan kehidupan manusia sangat bergantung pada kelestarian lingkungan. Udara yang bersih, air yang jernih, tanah yang subur, serta hutan yang lestari merupakan anugerah, dari Alloh SWT yang harus dijaga bersama.
Di tengah pesatnya pembangunan dan kemajuan teknologi, bumi menghadapi berbagai ancaman serius. Perubahan iklim, pencemaran lingkungan, deforestasi, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya volume sampah menjadi tantangan yang memerlukan perhatian seluruh elemen masyarakat. Di Provinsi Riau, persoalan kebakaran hutan dan lahan, degradasi ekosistem gambut, pencemaran sungai, serta kerusakan kawasan pesisir masih menjadi pekerjaan besar dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat Melayu, alam bukan hanya ruang hidup, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dihormati. Sejak dahulu, masyarakat Melayu mengenal berbagai kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Hutan dipandang sebagai sumber kehidupan yang harus dilestarikan, sungai dijaga sebagai urat nadi peradaban, dan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara bijaksana agar tidak merusak keseimbangan alam.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam falsafah Melayu yang mengajarkan keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Masyarakat Melayu mewariskan berbagai praktik pelestarian alam, seperti menjaga hutan adat, melindungi sumber mata air, tidak menebang pohon secara sembarangan, memelihara kawasan pesisir, serta membudayakan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kearifan ini menunjukkan bahwa pelestarian alam telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu jauh sebelum konsep pembangunan berkelanjutan dikenal secara luas. Kearifan Melayu tersebut selaras dengan ajaran Islam. Dalam Islam, manusia diberikan amanah sebagai khalifah di muka bumi untuk mengelola dan menjaga alam dengan penuh tanggung jawab.
Allah Swt. berfirman:
" Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.." (QS. Al-A'raf: 56)
Ayat ini menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang merusak lingkungan bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan Islam. Menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia kepada Sang Pencipta.
Allah Swt. juga berfirman:
" Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).." (QS. Ar-Rum: 41)
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini pada hakikatnya merupakan akibat dari perilaku manusia yang mengeksploitasi alam secara berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai kearifan Melayu dan ajaran Islam dalam upaya pelestarian lingkungan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi hendaknya dimanfaatkan untuk mendukung konservasi sumber daya alam, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang ramah lingkungan. Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, mengambil peran aktif dalam menjaga bumi.
Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, menghemat air dan energi, mengelola sampah dengan baik, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya lingkungan dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan kehidupan. Karena pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tentang menyelamatkan alam hari ini, tetapi juga tentang mewariskan bumi yang sehat, hijau, dan berkelanjutan kepada anak cucu di masa depan.
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026.
Dr. Ir. Husni Mubarak, ST.,M.Sc,.,CST