Jl. Yos Sudarso Km. 8, Pekanbaru, Riau [email protected] (0761) 63266

Pakar Ilmu Lingkungan Unilak Ungkap Penyebab Utama Banjir Pekanbaru dan Solusi Berbasis Gambut

Kamis 05 Nov 2026 15:04:10 ± 2 menit baca Dibaca 2x Opini
Pakar Ilmu Lingkungan Unilak Ungkap Penyebab Utama Banjir Pekanbaru dan Solusi Berbasis Gambut
Pakar Ilmu Lingkungan Unilak Ungkap Penyebab Utama Banjir Pekanbaru dan Solusi Berbasis Gambut

Riau (Unilak) – Permasalahan banjir yang terus melanda Kota Pekanbaru memerlukan pendekatan akademis dan evaluasi menyeluruh terhadap lanskap ekosistem wilayah. Dosen Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak), Dr. M. Rawa El Amady, M.A., menilai bahwa pola penanganan banjir saat ini masih belum menyentuh akar permasalahan lingkungan yang sebenarnya.

Menurut Dr. Rawa El Amady, salah satu penyebab utama banjir di Pekanbaru adalah standar perencanaan bangunan dan infrastruktur yang tidak berbasis pada karakteristik ekosistem air lokal. Sebagian besar gedung dan permukiman dibangun dengan asumsi sistem air mengalir semata, sehingga mengabaikan pentingnya penyediaan kawasan resapan air di setiap lingkungan rumah tangga.

Kondisi tersebut diperparah oleh penurunan daya tampung tanah akibat masifnya alih fungsi lahan dan penutupan permukaan tanah oleh semen maupun aspal. Ketika intensitas hujan tinggi, tanah tidak lagi mampu menyerap air, yang menyebabkan volume air permukaan melonjak drastis.

Ia juga menyoroti langkah pemerintah yang selama ini berfokus pada pembangunan gorong-gorong dan normalisasi sungai. Pendekatan saluran drainase konvensional tersebut hanya efektif untuk menampung debit air yang terbatas. Saat curah hujan ekstrem terjadi, sungai justru tidak mampu menampung luapan air dan menyebabkan air sungai ikut naik meluap ke kawasan permukiman. Oleh karena itu, penanganan banjir yang efektif harus mengacu pada karakteristik lanskap air kota secara utuh.

Sebagai solusi strategis, Dr. Rawa El Amady mendorong penerapan sistem resapan air berbasis ekosistem tanah gambut. Ia menjelaskan bahwa tanah gambut memiliki kemampuan alami yang sangat besar dalam menyimpan dan mengikat air di bawah tanah.

Karakteristik geografis Sungai Siak sendiri pada dasarnya tidak bersumber dari mata air pegunungan, melainkan dialiri dari cadangan air yang tersimpan di dalam hamparan tanah gambut. Dengan mengembalikan fungsi konservasi dan memanfaatkan lanskap tanah gambut sebagai penyimpan air alami, tekanan debit air permukaan di Pekanbaru dapat diminimalkan secara berkelanjutan.

Melalui analisis ekologis ini, Sekolah Pascasarjana Unilak berharap para pemangku kebijakan dan masyarakat dapat mengalihkan paradigma penanganan banjir dari sekadar mengalirkan air menuju tata kelola lingkungan terpadu yang menghormati lanskap air dan ekosistem gambut lokal.