Riau (Unilak) – Sekolah
Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali melaksanakan penyelenggaraan
ajang konferensi internasional bertajuk 3rd International Eco-Harmony Summit
(IES) 2026. Mengusung tema "Integrated Environmental Solutions for
Sustainability and Climate Resilience", konferensi akbar ini
berlangsung secara meriah pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan diawali secara
khidmat dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Unilak, serta pembacaan doa.
Rektor Universitas Lancang Kuning, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D.,
dalam sambutan pembukanya menekankan betapa krusialnya penguatan kolaborasi
global dalam menghadapi krisis iklim serta menjaga keberlanjutan lingkungan
hidup.
Sesi pleno konferensi
menghadirkan deretan pakar terkemuka lintas negara yang memaparkan riset-riset
mutakhir. Dr. Rabah Boukherroub hadir secara luring memaparkan materi bertajuk "Nano-Enabled
Environmental Solutions: Functional Materials for Sustainable Future and
Climate Resilience", di mana pada akhir sesi Plt. Dekan Sekolah
Pascasarjana Unilak, Dr. Hardi, S.E., M.M., menyerahkan langsung sertifikat
apresiasi atas kontribusinya. Selanjutnya, Prof. Muhammad Aziz dari Tohoku
University, Jepang, menyampaikan Keynote Speech mengenai pengembangan
sistem biomassa terintegrasi dan energi terbarukan menuju masa depan netral
karbon. Rangkaian pemaparan narasumber ditutup oleh Dr. Riskina Juwita dari
Tokyo University of Agriculture yang mengulas tajuk "From Farm
Innovation to Community Value: Sustainable Agricultural Value Chains for
Climate Resilience".
Memasuki agenda inti, puluhan
peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nasional
maupun internasional berpartisipasi aktif memaparkan hasil riset mereka dalam
sesi paralel (Parallel Sessions I dan II). Diskusi berlangsung secara
interaktif dalam mengemukakan berbagai gagasan dan solusi inovatif, mulai dari
tata kelola lingkungan, strategi mitigasi iklim, penerapan energi terbarukan,
hingga sistem pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan.
Setelah melalui proses evaluasi
komprehensif oleh Komite Ilmiah (Scientific Committee), seluruh
rangkaian acara ditutup secara resmi oleh Plt. Dekan Sekolah Pascasarjana
Unilak, Dr. Hardi, S.E., M.M. Sebagai apresiasi atas keunggulan karya ilmiah
yang dipresentasikan, panitia mengumumkan empat penerima penghargaan Best
Paper Presenter untuk tiap ruang sidang paralel. Penghargaan tersebut
diraih oleh David Uriel Jayson B. Bas dari University of Science and Technology
of Southern Philippines untuk Room 1, Isna Rahma Diani dari Universitas Riau
untuk Room 2, Siti Jaro’ah dari Universitas Negeri Surabaya untuk Room 3, serta
Daman Huri dari Universitas Jambi untuk Room 4.
Penyelenggaraan 3rd IES 2026 ini
tidak hanya memperkuat peran Sekolah Pascasarjana Unilak di kancah akademik
internasional, tetapi juga berhasil merumuskan berbagai rekomendasi